SOSIALISASI PEMILIHAN MATA PELAJARAN PILIHAN 24 DESEMBER 2022

SOSIALISASI PEMILIHAN MATA PELAJARAN PILIHAN 24 DESEMBER 2022

HASIL SOSIALISASI PEMILIHAN MATA PELAJARAN PILIHAN 24 DESEMBER 2022

OLEH : AJIANSYAH AKBAR, S.Sos

Latar Belakang

Nanda, seorang peserta didik kelas X sangat suka mengutak-atik mesin karena Ayah Nanda yang seorang montir sudah mengenalkan mesin sejak Nanda kecil. Nanda juga suka menggambar dan mendesain mesin hasil imajinasinya sendiri. Ketika pandemi  Covid

19 merebak, Nanda menyaksikan bagaimana mesin alat-alat kesehatan, seperti tabung oksigen, ventilator, dan oksimeter, menopang kesembuhan para penyintas. Nanda menjadi semakin tertarik dengan mesin alat-alat kesehatan, bahkan ia mempelajari dari berbagai media, untuk merancang mesin kesehatan yang dapat mencegah pandemi di masa depan.

 

Nanda ingin berkarya dan memberi manfaat bagi orang banyak di masa depan dengan berkarir sesuai dengan bidang yang diminatinya. Namun, dia bingung harus memilih antara melanjutkan studi di bidang kesehatan, teknik yang berkaitan dengan mesin, atau keterampilan gambarnya?

Apa yang perlu kita lakukan untuk mendukung rencana karier Nanda?

Pertanyaan dan situasi seperti yang dihadapi Nanda adalah gambaran umum situasi yang banyak dialami peserta didik kita. Mereka  memiliki minat, bakat, dan kemampuan pada bidang tertentu tetapi masih bingung menentukan  pilihan mata pelajaran yang perlu didalaminya. Implementasi  Kurikulum Merdeka  diharapkan dapat membantu menyelesaikan kebingungan Nanda dan peserta didik Indonesia lainnya. Peserta didik diberi keleluasaan untuk memilih mata pelajaran dan mengembangkan kompetensi berdasarkan ketertarikannya pada bidang  tertentu  serta difasilitasi sesuai dengan minat, bakat dan kemampuannya.

Mengapa  Minat, Bakat, dan Kemampuan Penting dalam Implementasi Kurikulum Merdeka?

Kurikulum Merdeka menyediakan ruang agar minat, bakat, dan kemampuan peserta didik dapat berkembang secara optimal, sekaligus menjadi dasar dalam memberikan layanan pembelajaran intrakurikuler, projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan kegiatan ekstrakurikuler.

Dengan adanya keleluasaan untuk memilih mata pelajaran sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuannya, peserta didik diharapkan dapat bertanggung jawab pada pilihannya. Keleluasaan  memilih di sini juga diharapkan akan membuat peserta didik untuk semakin terampil dalam mengoptimalkan potensi diri yang dimiliki dan dapat menyelesaikan setiap capaian pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran pilihan yang dipilihnya.

Peserta didik yang memilih mata pelajaran pilihan sesuai dengan motivasi dirinya (minat, bakat, dan kemampuannya), tentu akan berbeda dengan peserta didik yang memilih karena alasan eksternal (hanya semata-mata karena ingin mengikuti teman, tuntutan orang tua, atau kesukaan/ketidaksukaan dengan guru mapel). Peserta didik yang betul-betul memilih mata pelajaran sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan akan lebih mantap dalam merencanakan karier karena mereka  secara  utuh mengenal dirinya melalui eksplorasi  karier yang mendalam. Menurut penelitian, mereka yang melakukan eksplorasi karier secara mendalam cenderung memiliki harga diri yang positif dan lebih mudah beradaptasi sehingga memudahkan mereka dalam menempuh perjalanan kariernya (Basak & Ghosh, 2008), dalam membuat keputusan karier mereka  lebih tegas dan baik dalam hal emosionalnya (Johnson, dkk., 2014). Di samping

itu mereka juga terlibat secara positif dalam pekerjaan dan cenderung terhindar dari kelelahan/

burn out (Luyckx, Duriez, dkk, 2010).

Bagaimana mata pelajaran pilihan dapat mendukung pilihan setelah lulus SMA?

Peserta didik perlu memilih mata pelajaran yang sesuai dengan rencana dan profesi yang diminati. Misalnya, peserta didik yang ingin menjadi dokter dapat memilih mata pelajaran yang berkaitan dengan rencana studinya serta memadukannya dengan mata pelajaran dari rumpun lain sesuai dengan minatnya. Bagi peserta didik yang akan melanjutkan bekerja dapat memilih mata pelajaran yang akan menunjang kemampuan mereka di tempat kerja. Misalnya, peserta didik yang akan bekerja sebagai pemandu wisata memerlukan kompetensi berkomunikasi dalam bahasa asing dan pengetahuan mengenai budaya. Bagi peserta didik yang akan melanjutkan berwirausaha dapat memilih mata pelajaran pilihan ekonomi atau Pendidikan Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU) dan ditambah mata pelajaran lainnya untuk mendukung keahlian

jenis usaha yang akan direncanakan. Penjelasan lebih mendetail mengenai persiapan untuk menghadapi dunia selepas SMA akan disampaikan pada Bab 6.

Prinsip Pemilihan Mata Pelajaran

 

Dalam melakukan pemilihan mata pelajaran, salah satu hal yang sangat penting dilakukan adalah memperhatikan minat, bakat, dan kemampuan peserta didik. Satuan pendidikan dapat memfasilitasi peserta didik untuk melakukan eksplorasi minat, bakat, dan kemampuannya.

 

Minat adalah ketertarikan pada suatu objek. Hurlock (2011) berpendapat bahwa minat merupakan sumber motivasi bagi individu untuk melakukan sesuatu. Dalam panduan ini, minat yang dimaksud adalah minat karier, yaitu minat peserta didik dalam merencanakan dan

menentukan berbagai alternatif karier serta aktivitas yang dapat mendukung pilihan kariernya. Dalam Kurikulum Merdeka, peserta didik diberikan kesempatan  untuk memilih mata pelajaran pilihan yang dapat mendukung rencana kariernya setelah SMA.

Bakat adalah kemampuan yang dimiliki individu yang ditampilkan  secara  produktif,  cepat dikuasai, dan tampil lebih baik dibandingkan dengan orang  lain. Pada kondisi tertentu,  bakat merupakan keadaan awal seseorang yang mempengaruhi perkembangan  selanjutnya (Snow,

1922). Bakat yang ditampilkan peserta didik dapat berupa kemampuan akademik maupun nonakademik. Dalam memahami bakat, peserta didik perlu banyak melakukan eksplorasi

dengan mencoba beragam aktivitas produktif, terutama yang berkaitan dengan minat kariernya. Peserta didik dapat mengeksplorasi bakat dimulai dengan mencoba aktivitas yang disukai dan menjadi kompeten.

Kemampuan adalah kapasitas seseorang untuk melakukan beragam tugas dalam suatu kegiatan atau pekerjaan. Kemampuan dapat terbagi dalam berbagai jenis, seperti kemampuan intelektual dan kemampuan fisik (Robbins & Judge, 2013).

Proses Pemilihan Mata Pelajaran Pilihan

Bimbingan dalam Memilih Mata Pelajaran Pilihan

Dalam menentukan  mata pelajaran pilihan peserta didik perlu mendapatkan bimbingan yang memadai agar mereka dapat menentukan pilihan yang sesuai dengan aspirasi masa depan mereka. Ada beberapa cara dalam mendampingi  peserta didik sebagai berikut.

  1. Sosialisasi. Sosialisasi dilakukan untuk membangun pemahaman orang tua dan peserta didik atas pentingnya mengenali minat, bakat, dan kemampuan yang dapat mendukung rencana karier setelah SMA.
  2. Pendampingan eksplorasi minat, bakat, dan kemampuan. Guru BK, guru mata pelajaran, dan wali kelas secara bersinergi melakukan pendampingan eksplorasi minat, bakat

dan kemampuan peserta didik. Setelah mengetahui minat dan bakatnya, peserta didik dibimbing untuk membuat perencanaan kariernya. Satuan pendidikan  dan pendidik dapat menggunakan beberapa metode yang ada dalam buku Panduan Implementasi Bimbingan dan Konseling.

  1. Pendampingan pemilihan  mata pelajaran pilihan. Peserta didik mendapatkan berbagai pendampingan melalui berbagai layanan karier sebagai proses eksplorasi minat, bakat, dan kemampuan  sehingga memiliki kemantapan dalam memilih mata pelajaran pilihan.
  2. Setelah penetapan. Setelah penetapan pemilihan mata pelajaran pilihan, peserta didik mendapatkan berbagai pendampingan agar dapat menguatkan pilihannya sesuai dengan rencana karier setelah  SMA.

MATERI 

salinan_20220907_170713_Kepmen 345M2022 Mapel Pendukung Prodi FIX

Sosialisasi Pemilihan Mata Pelajaran PIlihan Kurikulum Merdeka SMA NEGERI 2 PASURUAN 23 DESEMBER 2022

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *