SOSIALISASI “IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA SMA NEGERI 2 PASURUAN, 14 JULI 2022

SOSIALISASI “IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA SMA NEGERI 2 PASURUAN, 14 JULI 2022

Sosialisasi Implementasi Kurikulum Merdeka

14 Juli 2022

Oleh Drs. Gathot Suyono

(Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Pasuruan)

Kamis 14 Juli 2022

Pada masa sebelum dan pandemi, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan penggunaan Kurikulum 2013 kemudian Kurikulum 2013 disederhanakan menjadi kurikulum darurat yang memberikan kemudahan bagi satuan pendidikan dalam mengelola pembelajaran jadi lebih mudah dengan substansi materi yang esensial. Kurikulum Merdeka di SP/SMK-PK menjadi angin segar dalam upaya perbaikan dan pemulihan pembelajaran yang diluncurkan pertama kali tahun 2021.

Pemulihan pembelajaran tahun 2022 s.d. 2024, Kemendikburistek mengeluarkan kebijakan bahwa sekolah yang belum siap untuk menggunakan Kurikulum Merdeka masih dapat menggunakan Kurikulum 2013 sebagai dasar pengelolaan pembelajaran, begitu juga Kurikulum Darurat yang merupakan modifikasi dari Kurikulum 2013 masih dapat digunakan oleh satuan pendidikan tersebut. Kurikulum Merdeka sebagai opsi bagi semua satuan pendidikan yang di dalam proses pendataan merupakan satuan pendidikan yang siap melaksanakan Kurikulum Merdeka.

Tahun 2024 menjadi penentuan kebijakan kurikulum nasional berdasarkan evaluasi terhadap kurikulum pada masa pemulihan pembelajaran. Evaluasi ini menjadi acuan Kemendikburistek dalam mengambil kebijakan lanjutan pasca pemulihan pembelajaran.

Tepat hari kamis 14 Juli 2022 SMA Negeri Pasuruan 2 menyelenggarakan sosialisasi “Implementasi Kurikulum Merdeka”. Sosialisasi ini sebagai kelanjutan dari pendaftaran implementasi kurikulum merdeka, dengan rekomendasi Usulan Angket Kesiapan Kategori “Mandiri Berubah” . Mandiri berubah yang di rekomendasi kepada SMA Negeri 2 Pasuruan merupakan Pilihan 2 Implementasi Kurikulum Merdeka. Sehingga, pada tahun ini (Juli 2022) SMA Negeri 2 Pasuruan menerapkan kurikulum merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang disediakan pada satuan pendidikan kelas 10 atau Fase E.

Sosialisasi ini juga di hadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Pasuruan Kusnadi S.Sos, M.M, Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Pasuruan Mukarromah S.ST, MT, Komite, dan guru SMA Negeri 2 Pasuruan. Hal ini  menunjukkan perhatian Cabang dinas terhadap perkembangan IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) pada warga SMA Negeri 2 Pasuruan yang akan melaksanakan kurikulum baru.

Bapak Drs. Gathot Suyono selaku Kepala sekolah melaporkan bahwa minat masyarakat Pasuruan sangat tinggi pada proses PPDB tahun 2022-2023. Peryataan beliau bahwa, SMA Negeri 2 yang memilih pada jalur zonasi kurang dari 900 meter jarak terjauh yang diterima saat ini, dengan komposisi pagu 9 rombel. Banyak masyarakat pasuruan yang mengeluhkan hal ini dikarenakan ada beberapa wilayah di kota pasuruan yang kesulitan pada jalur zonasi karena keterbatasan sekolah di daerah tersebut. Usulan dari Bapak kepala sekolah, pada Kacabin adalah penambahan sekolah pada daerah yang tidak memiliki sekolah SMA di wilayah kecamatan tersebut.

Bapak Kusnadi S.Sos, M.M (Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Pasuruan) menjelaskan secara umum tolak ukur munculnya IKM merupakan keberhasilan guru-guru saat pandemi covid 19 dapat bertahan dan bekerja keras dalam menyelengarakan pendidikan secara daring hingga tatap muka. Latar belakang tersebut menurut pak Kusnadi S.Sos M.M SMA Negeri 2 harus siap melaksanakan IKM dengan tenaga-tenaga guru muda sebagai pengerak sekolah yang melaksanakan IKM. SMA Negeri 2 Pasuruan harus lebih banyak lagi guru-guru yang mengikuti program guru penggerak. Beliau secara resmi membuka acara sosialisasi, dan berpesan agar acara ini berlanjut hingga tindak lanjut persiapan mengajar dan wajib memperoleh Sertifikat khususnya untuk PNS dan PPPK yang dapat digunakan untuk kenaikan pangkat.

Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri SMA Negeri 2 Pasuruan

Ada beberapa strategi Implementasi Kurikulum Merdeka jalur mandiri yang akan dijadikan tindak lanjut dari kebijakan Kemendikburistek. Sebagai berikut  :

Strategi pertama, Rute Adopsi Kurikulum Merdeka Secara Bertahap, pendekatan strategi ini adalah bagaimana memfasilitasi satuan pendidikan mengenali kesiapannya sebagai dasar menentukan pilihan Implementasi Kurikulum Merdeka serta memberikan umpan balik berkala (3 bulanan) untuk memetakan kebutuhan penyesuaian dukungan Implementasi Kurikulum Merdeka dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

Strategi kedua, Menyediakan Asesmen dan Perangkat Ajar (High Tech), pendekatan strategi yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang berfungsi dalam menyediakan beragam pilihan asesmen dan perangkat ajar (buku teks, modul ajar, contoh projek, contoh kurikulum) dalam bentuk digital yang dapat digunakan satuan pendidikan dalam melakukan pembelajaran berdasarkan Kurikulum Merdeka.

Strategi ketiga, Menyediakan Pelatihan Mandiri dan Sumber Belajar Guru (High Tech), pendekatan strategi yang juga menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang berfungsi dalam melakukan pelatihan mandiri Kurikulum Merdeka yang dapat diakses secara daring oleh guru dan tenaga kependidikan untuk memudahkan adopsi Kurikulum Merdeka disertai sumber belajar dalam bentuk video, podcast, atau ebook yang bisa diakses daring dan didistribusikan melalui media penyimpanan (flashdisk).

Strategi keempat, Menyediakan Narasumber Kurikulum Merdeka (High Touch), pendekatan strategi yang digunakan dalam menyediakan narasumber kurikulum merdeka dari Sekolah Penggerak/SMK PK yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Pengimbasan bisa dilakukan dalam bentuk webinar atau pertemuan luring yang diadakan pemerintah daerah atau satuan pendidikan. Pertemuan luring bisa dilakukan dalam bentuk seminar tatap muka, lokakarya, maupun pertemuan lainnya yang dilakukan di daerah maupun di satuan pendidikan.

Strategi kelima, Memfasilitasi Pengembangan Komunitas Belajar (High Touch), komunitas belajar dibentuk oleh lulusan Guru Penggerak maupun diinisiasi pengawas sekolah sebagai wadah saling berbagi praktik baik adopsi Kurikulum Merdeka di internal satuan pendidikan maupun lintas satuan pendidikan.

Mari instal Platform Merdeka Mengajar pada gawai Android melalui tautan bit.ly/platformmerdekamengajar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *